ARSIP · 2026
— sejauh ini —

Catatan Hidup
Seorang Anak Bungsu
yang Berkali-kali Tersesat

Ini bukan halaman pencapaian. Bukan portofolio. Bukan tempat buat terlihat keren. Ini cuma satu halaman yang berusaha merangkum perjalanan hidup gue apa adanya — dari lahir di Kebumen, lulus SMK, kehilangan ayah, kerja serabutan, usaha kecil, affiliate, trading rungkad, sampai hari ini masih berusaha berdiri.

Kebumen, 19 Juli 1998 Anak ke-7 · 5 kakak perempuan INFP · banyak mikir, banyak rasa Masih jalan
Gue bukan orang yang hidupnya lurus dan rapi. Gue lebih mirip orang yang berkali-kali jatuh ke lubang yang beda, tapi tiap kali keluar, gue bawa pelajaran baru.
👋 Halo, gue Puput Sapto Aji

Lahir di Kebumen, 19 Juli 1998. Anak ke-7, bungsu laki-laki, dengan 5 kakak perempuan dan 1 kakak laki-laki. Dari posisi itu, hidup gue sejak awal mungkin memang dibentuk oleh banyak hal: banyak suara, banyak contoh, banyak perbedaan usia, banyak cara pandang, dan mungkin juga rasa bahwa gue harus mencari bentuk diri gue sendiri di tengah keluarga yang sudah lebih dulu punya jalan masing-masing.

Secara kepribadian, gue cukup dekat dengan tipe INFP — banyak mikir, banyak rasa, sering idealis, dan kadang terlalu lama hidup di kepala sendiri. Tapi hidup mengajarkan gue sesuatu: idealisme doang nggak cukup. Kadang kita harus bertahan, jatuh, remuk, lalu belajar bangun ulang dari nol.

Gue menulis ini bukan sebagai orang yang sudah selesai. Gue menulis ini sebagai orang yang masih berjalan.

TKJ Editing Affiliate Fried Chicken Coding Builder (pelan-pelan)

⏳ Perjalanan — 6 Era

Bukan timeline per tahun yang kaku, tapi babak-babak hidup yang membentuk gue sampai hari ini.

ERA 1
Masa Sekolah & Kehilangan Awal
— sampai 2016
"Tahun ketika gue lulus sekolah, tapi juga belajar bahwa hidup bisa mengambil sesuatu sebelum kita siap."

Gue lahir di Kebumen sebagai anak ke-7. Tumbuh di tengah banyak suara dan perbedaan usia, mencari bentuk diri sendiri di keluarga yang sudah lebih dulu punya jalan. Lulus SMK jurusan TKJ di tahun 2016, tapi di tahun yang sama gue kehilangan ayah.

Dua peristiwa itu datang dalam satu waktu yang berdekatan: satu menandai akhir masa sekolah, satu lagi menandai kehilangan besar dalam keluarga dan hidup gue sendiri. Buat banyak orang, lulus sekolah adalah gerbang menuju masa depan. Buat gue, masa itu juga dibarengi dengan rasa kehilangan.

Langkah pertama gue ke dunia dewasa nggak datang dengan rasa ringan, tapi dengan campuran bingung, kosong, dan tekanan untuk tetap jalan. Gue kerja jadi waiters. Mungkin bukan jalur yang dulu dibayangkan, tapi saat itu hidup nggak kasih banyak waktu buat mikir terlalu lama.

Lahir Kebumen, 19 Juli 1998 Anak ke-7 Lulus SMK TKJ Ayah meninggal Kerja waiters
ERA 2
Fase Pencarian Arah
— 2017 – 2021
"Gue belum tahu mau ke mana, tapi gue tahu gue harus tetap bergerak."

Di 2017, gue mulai tertarik ke arah kreatif. Belajar editing video dan foto, lalu mencoba bikin YouTube. Hasilnya? Gagal. Tapi walaupun gagal, fase ini tetap penting. Karena untuk pertama kalinya gue mulai ngerasain bahwa di dalam diri gue ada bagian yang pengen menciptakan sesuatu, bukan cuma menjalani rutinitas hidup.

Di 2018, gue sempat merantau dan kerja serabutan, tapi cuma bertahan sekitar 4 bulan. Merantau sering terlihat seperti simbol keberanian. Tapi di balik itu, ada rasa asing, capek, sepi, dan kebingungan yang nggak selesai cuma karena pindah tempat. Gue pulang bukan sebagai orang yang sudah menemukan jalan, tapi sebagai orang yang makin sadar bahwa gue belum benar-benar tahu hidup ini mau dibawa ke mana.

Di 2019, gue kerja sebagai operator warnet. Di sana gue menjalani hari-hari yang sederhana. Nggak mewah. Nggak penuh sorotan. Tapi ada ritme, ada rutinitas, ada tempat untuk berdiri walau cuma sementara. Lalu di akhir 2020, warnet itu bangkrut dan gue keluar. Pola yang cukup sering terjadi di hidup gue: baru mulai punya pijakan, lalu pijakan itu hilang lagi.

Di 2021, gue kerja jaga stand sosis bakar. Fase yang mungkin nggak spektakuler, nggak layak dipamerkan, tapi jadi bukti bahwa seseorang sedang berusaha bertahan. Di masa seperti ini, hidup bukan soal ambisi besar. Hidup lebih sederhana: bangun, kerja, jalani hari, pulang, ulang lagi.

Belajar editing Coba YouTube Merantau Kerja serabutan Operator warnet Jaga stand sosis
ERA 3
Fase Membangun & Mencoba Berdiri
— 2022 – 2024
"Tahun ketika gue dipotong di tengah jalan, lalu memutuskan berdiri dengan kaki sendiri."

Di awal 2022, gue kerja di usaha tahu krispi. Tapi di bulan ke-5, gue di-cut partner. Buat gue, rasanya jauh lebih personal. Ada rasa sakit, ada rasa dibuang, ada rasa bahwa ketika gue mulai menaruh harapan, semuanya justru diputus di tengah jalan.

Tapi hidup nggak berhenti di situ. Di bulan ke-8 tahun yang sama, gue memutuskan untuk bangkit dan membangun usaha fried chicken sendiri. Ini jadi salah satu momen penting dalam hidup gue, karena untuk pertama kalinya gue nggak cuma ikut kerja — gue mencoba berdiri dengan nama dan tenaga gue sendiri. Usaha itu adalah bentuk perlawanan terhadap rasa jatuh yang sebelumnya gue rasakan.

Di 2023, pasar mulai drop. Ritme mulai berubah. Harapan yang sebelumnya terasa cukup terang mulai pelan-pelan redup. Di fase ini gue mulai belajar bahwa punya usaha sendiri bukan berarti hidup otomatis lebih aman. Kadang justru sebaliknya — kita harus menanggung ketidakpastian dengan kepala sendiri.

Di bulan ke-9 tahun 2024, gue menutup usaha fried chicken. Ini bukan keputusan yang ringan. Karena ketika lo menutup usaha yang lo bangun sendiri, yang hilang bukan cuma pemasukan. Kadang yang ikut hilang adalah rasa percaya diri, rasa kepemilikan, dan sebagian identitas yang sempat lo tempelkan pada usaha itu.

Setelah itu gue sempat kerja jadi host live TikTok, tapi nggak lama. Lalu gue mulai lebih fokus ke affiliate TikTok. Buat gue, ini bukan sekadar pindah kerjaan. Ini lebih seperti fase mencari bentuk hidup baru lagi setelah bentuk sebelumnya runtuh.

Tahu krispi Di-cut partner Bangun fried chicken Pasar drop Tutup usaha Host live TikTok Masuk affiliate
ERA 4
Fase Kejatuhan & Benturan Keras
— 2025 – 2026 awal
"Tahun ketika gue sadar, harapan yang naik terlalu cepat juga bisa menjatuhkan dengan brutal."

Awal 2025 terlihat menjanjikan. Gue iseng bikin konten affiliate speaker dari pojok kamar, ternyata ada yang beli. Gue lanjut fokus di affiliate speaker. Masuk bulan ke-4, karena momentum Lebaran, omzet naik. Di titik itu, gue nekat ambil pinjaman online buat beli 2 HP, dengan harapan ini bisa jadi langkah buat ngedorong semuanya lebih jauh.

Tapi hidup nggak berjalan sesuai rencana. Masuk bulan ke-5, omzet drop. Cicilan tetap jalan. Tekanan mulai naik. Lalu di bulan ke-6, gue masuk ke trading.

Di bulan ke-7, gue hancur di trading. Aset dijual semua. Di bulan ke-8, gue hancur untuk kedua kalinya. Stress parah, bingung, dan nyaris ada di titik di mana gue nggak tahu lagi harus ngapain. Yang paling berat bukan cuma uang yang hilang. Tapi rasa malu, rasa gagal, rasa takut, dan rasa seperti hidup gue makin menjauh dari arah yang seharusnya.

Di bulan 9–10, gue masuk ke fase refleksi. Mulai pelan-pelan mengurai hidup gue sendiri. Mulai melihat masalah satu per satu. Mulai mencatat kondisi finansial, cashflow, posisi hidup, pola keputusan, dan luka-luka yang selama ini mungkin cuma gue dorong ke belakang. Di fase ini, gue nggak sedang menang. Tapi untuk pertama kalinya, gue mulai duduk dan jujur melihat kekacauan gue sendiri.

Di bulan 11–12, gue mulai bangkit lagi lewat affiliate. Belum besar, belum aman, belum stabil. Tapi setidaknya ada gerak. Ada usaha untuk kembali berdiri.

Masuk 2026, awal tahun masih goyah. Produk affiliate hilang, hasil drop. Bulan ke-2, stress parah lagi, trading loss lagi, terjerat pinjol lagi. Bulan ke-3, gue dibantu ibu. Bulan ke-4, gue memutuskan off trading dan off affiliate untuk fokus recovery.

Affiliate naik Pinjol Trading Hancur Refleksi Recovery
ERA 5
Fase Bertahan & Menyusun Ulang Hidup
— 2026 sekarang
"Tahun ketika masalahnya bukan lagi gagal, tapi takut untuk mencoba hidup lagi."

Bulan ke-5 2026 adalah fase yang menurut gue paling sulit dijelaskan dengan singkat: fase serba salah. Gue jobless. Takut ambil risiko. Takut mengulang kesalahan. Trauma dengan masa lalu. Ngerasa kalau maju salah, diam juga salah. Mau kerja sama orang, rasanya sudah sulit menyesuaikan setelah sempat independen waktu punya usaha fried chicken. Mau jalan sendiri, takut jatuh lagi.

Di titik itu, masalah terbesar gue bukan cuma uang atau kerjaan, tapi ketakutan untuk hidup lagi setelah terlalu banyak benturan.

Tapi walaupun semuanya belum selesai, ada satu hal yang mulai berubah di akhir Mei 2026: gue mulai merasa bahwa hidup gue belum benar-benar habis. Bahwa mungkin masih ada ruang untuk menyusun ulang semuanya, walaupun pelan-pelan. Walaupun tertatih. Walaupun realita belum sepenuhnya berubah.

Di tengah semua itu, gue mulai kembali ke coding. Bukan dengan megah, bukan dengan modal besar, bukan dengan target jadi developer hebat. Cuma dengan satu niat sederhana: membangun sesuatu yang bisa gue kontrol. Coding memberi gue pegangan — rasa bahwa hidup gue masih bisa dibangun. Gue nggak lagi merasa sepenuhnya stuck.

Jobless Trauma Bingung Kembali ke coding Masih berusaha jalan
2016
2026
ERA 1 ERA 2 ERA 3 ERA 4 ERA 5

🕯️ Fase Paling Gelap

Chapter ini mungkin paling berat untuk ditulis. Tapi gue rasa, bagian inilah yang paling jujur dari semua yang pernah gue alami.

2025 Pinjol Trading Hancur Stress

Tahun 2025 adalah salah satu tahun paling berat, paling kacau, dan paling melelahkan dalam hidup gue. Awalnya, ada harapan. Gue mulai serius di affiliate speaker. Dari sesuatu yang awalnya iseng, ternyata ada hasil. Lalu momentum Lebaran bikin omzet naik. Di titik itu, gue nekat ambil pinjaman online untuk beli dua HP, dengan harapan ini bisa jadi langkah buat ngedorong semuanya lebih jauh.

Tapi omzet drop. Cicilan tetap jalan. Tekanan mulai naik. Lalu gue masuk ke trading — dan dari situ, hidup gue mulai runtuh dengan cepat.

Di bulan ke-7, gue hancur di trading. Aset dijual semua. Di bulan ke-8, gue hancur untuk kedua kalinya. Stress parah, bingung, dan nyaris ada di titik di mana gue nggak tahu lagi harus ngapain. Yang paling berat bukan cuma uang yang hilang. Tapi rasa malu, rasa gagal, rasa takut, dan rasa seperti hidup gue makin menjauh dari arah yang seharusnya.

Masuk 2026, awal tahun masih goyah. Produk affiliate hilang, hasil drop. Bulan ke-2, stress parah lagi, trading loss lagi, terjerat pinjol lagi. Bulan ke-3, gue dibantu ibu — momen yang bikin gue sadar bahwa hidup gue belum benar-benar pulih. Bulan ke-4, gue memutuskan off trading dan off affiliate untuk fokus recovery.

Lalu datang fase yang paling sulit: fase serba salah. Gue jobless. Takut ambil risiko. Takut mengulang kesalahan. Trauma dengan masa lalu. Ngerasa kalau maju salah, diam juga salah. Mau kerja sama orang, rasanya sudah sulit menyesuaikan setelah sempat independen waktu punya usaha fried chicken. Mau jalan sendiri, takut jatuh lagi.

Di titik itu, masalah terbesar gue bukan cuma uang atau kerjaan, tapi ketakutan untuk hidup lagi setelah terlalu banyak benturan.

🧭 Pola yang Berulang

Kalau gue tarik garis dari semua fase itu, ada 4 hal yang terus berulang dalam hidup gue.

Bertahan

Gue selalu mencari cara untuk bertahan. Bahkan ketika hidup berantakan, gue tetap mencoba jalan — kerja, usaha, belajar, refleksi. Gue nggak benar-benar berhenti.

Membangun

Gue lebih cocok membangun daripada sekadar mengikuti. Waktu punya usaha sendiri, waktu affiliate jalan, waktu balik ke coding — gue merasa paling hidup.

Kejatuhan

Kejatuhan terbesar gue datang saat mencari jalan cepat. Trading jadi pelajaran paling mahal — bukan cuma rugi uang, tapi rusaknya mental, arah, dan kepercayaan diri.

Titik Balik

Titik balik gue lahir saat kembali ke skill — bukan ke keberuntungan, bukan ke spekulasi, tapi ke sesuatu yang bisa dibangun pelan-pelan. Kali ini, coding.

📍 Hari Ini — Belum Selesai, Tapi Masih Jalan

Gue belum sampai di akhir cerita. Tapi ada satu perbedaan: sekarang gue lebih sadar terhadap hidup gue sendiri.

  • Masih ada cicilan, masih ada trauma, masih ada takut
  • Masih ada kebingungan, masih ada pertanyaan besar tentang masa depan
  • Tapi gue mulai paham pola jatuh gue, paham luka yang belum selesai
  • Mulai paham bahwa beberapa keputusan dulu lahir dari panik dan takut
  • Gue mulai kembali ke coding — bukan sebagai karier, tapi sebagai pegangan
  • Hari ini gue masih berusaha berdiri, menata hidup, dan menyusun ulang semuanya

Gue belum sepenuhnya pulih. Belum sepenuhnya stabil. Belum sepenuhnya aman. Tapi setidaknya sekarang gue tahu bahwa hidup nggak harus langsung beres untuk tetap layak dijalani.

🧭 Apa yang Gue Pelajari Sejauh Ini

Bukan motivasi. Bukan kesimpulan manis. Ini cuma catatan dari seseorang yang masih belajar hidup.

1. Hidup nggak harus lurus untuk tetap punya makna

Jalur gue muter, berantakan, dan sering telat. Tapi semua fase itu tetap membentuk siapa gue hari ini.

2. Kerja keras tanpa arah bisa bikin capek, tapi nggak selalu bikin maju

Gue pernah ngalamin kerja keras di banyak tempat, tapi hasilnya tetap muter kalau model hidupnya belum tepat.

3. Jangan cari pelarian cepat saat mental lagi rapuh

Trading ngajarin gue ini dengan cara yang brutal. Saat mental nggak stabil, keputusan finansial bisa jadi sangat berbahaya.

4. Kadang titik balik bukan datang dari uang, tapi dari pegangan

Buat gue, pegangan itu datang lagi lewat coding. Sesuatu yang bisa gue bangun, pelajari, dan tingkatkan pelan-pelan.

5. Bangkit bukan berarti semua masalah hilang

Bangkit itu sering kali cuma berarti: hari ini gue belum aman, tapi gue sudah mulai jalan lagi.

Gue mungkin berkali-kali jatuh karena hidup, tapi gue nggak mau berhenti membangun.

Gue belum sampai mana-mana,
tapi gue sudah melewati banyak hal.
— Puput Sapto Aji, Sejauh Ini
Ini bukan akhir. Ini cuma satu titik singgah, satu halaman yang merangkum jejak-jejak hidup sampai hari ini.
Gue masih hidup, dan gue masih mencoba.

Halaman ini gue tulis sebagai pengingat bahwa gue pernah bingung, pernah jatuh, pernah kehilangan, pernah ngerasa gagal — tapi gue juga tetap ada di sini, yang artinya gue masih hidup dan gue masih mencoba.

arsip hidup dokumentasi pribadi masih berjalan jujur apa adanya
— ditulis dari Kebumen, 2026 —